Rindu Ibu adalah Rinduku
Rindu Ibu adalah Rinduku
Based on True Story
Motinggo Busye
Teriris hati Lisdani ketika menyadari hidup sebatang kara, seolah ia besarkan ke-6 anaknya dengan jatuh bangun justru untuk meninggalkannya. Ia didera perasaan rindu begitu dalam, sampai-sampai ia memutuskan untuk memasang iklan di koran. Namun, hatinya tambah hancur ketika menerima balasan surat tanpa alamat dari Faruk, anak yang paling menyayanginya.
…Ketika saya mendengar dari teman yang memabaca iklan itu, saya pun jatuh sakit.
Saya sedih, Ibu saat ini pastilah sepi, karena semua anak-anak ibu tidak bersama Ibu sekarang. Kalau memikirkan hal itu, saya lantas merasa berdosa ikut meninggalkan ibu. Saya sudah minta taubat pada Tuhan, semoga dosa saya diampuni. Saya mohon maaf pada Ibu, karena surat saya ini singkat berhubung masih berbaring sakit. Tapi bukan sakit berat Bu. Jangan kuatir, Insya Allah saya segera sembuh. Tetapi Bu, kerinduan saya untuk berjumpa dengan Ibu kadang-kadang membuat saya cengeng dan menangis.
Betapa Faruk adalah anak yang paling mengerti perasaannya, betapa ia adalah anak yang paling berbakti padanya. Bagaimana dengan anak-anak Lis yang lain: Tomo, Kemal, Surti, Liani dan Sinta, rindukah mereka pada Ibunya? Bagaimana perjuangan Lis mencari anaknya yang lain untuk menumpahkan kerinduannya?
Membaca kisah nyata dalam novel ini, perasaan Anda akan mengharu biru: air mata duka dan bahagia terus berbaur silih berganti.
“Motinggo Busye memang sastrawan penting. Sosok sastrawan yang sangat menikmati hidup ini dengan segala pemikirannya. Prinsip Life is Beautiful menjadikan Motinggo lebih bersemangat dalam berkarya. Komitmennya ini memunculkan kekaguman dari seniman lain”.
- WS Rendra, penyair besar.
“Motinggo Busye adalah penulis berkelas yang piawai menuliskan kembali apa saja, termasuk cerita orang lain, yang bukunya sedang Anda pegang ini. Sastra bagi Motinggo harus bisa dinikmati semua orang, dan buku ini membuktikannya. Pengakuan dari kehidupan sehari-hari yang jadi menyentuh karena polesan Motinggo.”
- Seno Gumira Ajidarma, Novelis, Peraih Penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2004 dan 2005.
Loading...
MENCARI NOVEL YANG BERJUDUL DOSA KITA SEMUA
FAUZI - 26 November , 2007 at 3:38 pm
novel ini bisa di beli dimana ya? karna cari di gramedia gak ada tuh. apa bisa pesan ya??
Anne - 11 Juni , 2008 at 1:48 am