PUSTAKA IIMaN
When You Buy A Book You Don’t Just Buy Papers, You Buy A Value Of Life!

Potret Surgawi Sehari-hari Allamah Thabathaba’i

potretsurgawi_final_depan-blog.JPG

Potret Surgawi Sehari-hari Allamah Thabathaba’i

Guru Besar Tafsir, Sufi dan Filosof

Momen cinta bersama keluarga, Kebahagiaan bersama para murid, Larut mengekspresikan seni kesyahduan malam & doa, Kerendahan hati….

Allamah Thabathaba’i adalah seorang ulama tafsir sekaligus filosof dan pakar matematika. Penulis Tafsir Al-Mizan, guru dari guru besar kelas dunia seperti Henry Corbin, William C. Chittick, Toshiko Isutzu dan Sayyid Hossein Nasr, Ian P. Mc. Greal memasukkannya dalam Great Thinkers of Eastern World terbitan Harper Collins Publisher.

Allamah Thabathaba’i (1892-1981), dengan prestasi intelektual yang luar biasa sekaligus kerendahhatian tak terkira, kesehariannya menyimpan sejuta kenangan indah. Garis hidupnya seakan merajut potret-potret surgawi.

“Allamah mampu mengatur jadwalnya sedemikian rupa sehingga dia bisa menghabiskan waktu hanya 1 jam bersama keluarga. Selama itu dia bersikap layaknya seorang kepala rumah tangga yang baik, penuh cinta terhadap keluarga. Hal ini yang membuat orang tidak percaya kalau dia memiliki jadwal kerja yang begitu dapat.

– Putri Allamah Thabathaba’i

“Ayah sendiri (Thabathaba’i) selalu berkata: “Setiap kali saya duduk bersama teman-teman saya, seolah-olah seluruh dunia menerangi pandangan saya. Saya benar-benar merasa senang.”

– Putri Allamah Thabathaba’i

“Suatu ketika Allamah diberitahu bahwa Shah -penguasa tiran Iran- telah memutuskan untuk memberinya gelar Doktor (Ph.D) di bidang filsafat. Dia sangat marah dan menegaskan bagaimanapun juga tidak akan menerima gelar itu. Ketika Dekan Fakultas memperingatkannya bahwa Shah akan marah, Allamah menjawab tegas, “Saya sama sekali tidak takut pada Shah, dan saya tidak siap untuk menerima gelar doktor ini.”

– Putri Allamah Thabathaba’i

“Kehidupan keluarga Allamah begitu hangat dan menyenangkan. Pada saat istrinya meninggal dia begitu bersedih dan banyak menangis. Kami bertanya, “Kenapa Anda begitu terpukul dan bersedih, sementara kami belajar dari Anda tentang keutamaan bersabar, tawakal dan tegar? Dia menjawab, “Kematian tidak dapat dihindari. Setiap orang pasti akan mati. Saya tidak menangisi kematian istri saya. Tangisan saya adalah untuk kebaikan istri saya, kecakapannya mengurus rumah tangga, dan ketulusan cinta yang dimilikinya. Hidup kami penuh perjuangan dan liku-liku…”.

– Ayatullah Ibrahim Amini

 

 

Belum Ada Tanggapan to “Potret Surgawi Sehari-hari Allamah Thabathaba’i”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: