PUSTAKA IIMaN
When You Buy A Book You Don’t Just Buy Papers, You Buy A Value Of Life!

Membuat Anak Senang Membaca Al-Qur’an

doktorcilik10.jpg

Usia tua mendapatkan gelar Doktor, wajar. Atau orang yang telah menempuh pendidikan strata tersebut untuk mendapatkan gelar Doktor juga wajar. Tapi anak usia 7 tahun mendapatkan gelar Doktor Kehormatan, sepertinya itu tidak wajar. Apalagi gelar Doctor Honoris Causa itu dari Hijaz College Islamic University, Inggris. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College Islamic University, peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat Diploma, 70-80 Sarjana Kehormatan, 80-90 Magister Kehormatan, dan di atas 90 Doktor Kehormatan (Honoris Causa). Tepat pada tanggal 19 Oktober 1998 lelaki cilik itu menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang ‘Science of The Retention On the Holy Qur’an’ dengan nilai yang diraih 93. Luar biasa. Siapakah lelaki cilik itu? Dan seberapa pintarkah lelaki cilik itu?.

Bocah cilik itu bernama lengkap, Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i. Husein datang ke Inggris 2 pekan sebelum akhirnya dia menerima Doctor Honoris Causa. Selama 2 pekan itu, Husein diundang dalam berbagai acara Qur’ani. Situs BBC Online memberitakan bahwa sekitar 13.000 muslim Inggris datang menemui Husein di Islamic Centre yang berlokasi di barat laut London. Dalam pertemuan-pertemuan itu, berbagai pertanyaan diajukan kepadanya. Husein menjawab semuanya dengan lancar. Dia memang sudah biasa dengan forum semacam itu sejak usia 5 tahun. Biasanya, hadirin akan menyebutkan potongan sebuah ayat dan bertanya, “Ayat ini di mana letaknya dalam Al-Qur’an?.” Atau, hadirin menyebutkan arti/makna sebuah ayat dan menanyakan, “Apa bunyi ayat yang saya maksudkan?”, sebagian yang lain menanyakan pertanyaan sederhana, misalnya, “Engkau memiliki berapa orang paman?” Husein selalu menjawab dengan menggunakan ayat Al-Qur’an, sehingga pertanyaan tadi dijawabnya dengan dua ayat, “Sudah sampaikah kepadamu kisah Musa (QS 79:15)” dan “Muhammad itu adalah utusan Allah (QS 48:29)”. Yang dimaksud Husein, dia memiliki 2 paman, satu bernama Musa dan satu lagi bernama Muhammad (hal 14).

Husein seperti biasa duduk di depan mikrofon dan para hadirin silih berganti mengajukan berbagai pertanyaan kepadanya. Husein cilik akan terdiam sebentar, dan matanya yang bundar indah berputar-putar, seolah-olah sedang mencari-cari file data dalam benaknya. Lalu dengan lancar, dia akan menyebutkan ayat itu, lengkap dengan artinya, di halaman mana ayat itu berada, di baris ke berapa. Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?”. Husein menjawab, (Dia) membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS 7:157). Yang dimaksud Husein, pada masa pemerintahan monarki, rakyat Iran terbelenggu dan tertindas, lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan mereka dari belenggu dan penindasan itu. (hal 19).

Buku ini dibagi menjadi empat bab. Bab pertama menjelaskan tentang saat-saat menakjubkan di luar dan dalam negeri Mukjizat Abad 20 Doctor Honoris Causa 7 tahun. Bab dua menjelaskan tentang anak kecil yang berbicara dengan Al-Qur’an yang lebih menekankan pada substansi buku ini. Bab tiga menjelaskan tentang metode penghafalan Al-Qur’an ala Si Doktor Cilik. Dan bab empat menjelaskan tentang hasil uji coba Rumah Qur’ani terhadap metode Doktor Cilik di Indonesia.

Buku ini juga mempersembahkan metode menyenangkan untuk hafalan dan pemahaman Al-Qur’an buat anak-anak; teruji dari pengalaman Husein dan ratusan bocah serupa. Jadi buku ini sangat berguna sekali bagi orangtua yang menginginkan mengenalkan dunia Al-Qur’an yang menyenangkan kepada anak-anaknya. Sehingga membuat mereka menghayati makna Al-Qur’an serta bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu Al-Qur’an bukan lagi sekadar huruf-huruf dengan bentuk dan bunyi yang asing bagi anak-anak. Mereka tidak lagi dipaksa belajar membaca huruf-huruf asing itu dengan doktrin ‘harus, karena kamu beragama Islam”. Namun anak diajak untuk menyelami sebuah firman sebuah firman cinta dari Allah, Sang Pemilik Alam Semesta. Mereka bukan lagi diharuskan untuk menghafalkan ayat-ayat pendek tanpa tahu apa maknanya, tapi dimotivasi untuk menyadari, bahwa inilah surat cinta dari Sang Maha Lembut.

Resensi di Harian Kedaulatan Rakyat, Minggu, 11 November 2007.

(M. Faqih, santri PP. Nurul Ummah, Mahasiswa FIB, Sastra Indonesia UGM)

3 Tanggapan to “Membuat Anak Senang Membaca Al-Qur’an”

  1. Terima kasih karena telah menyiarkan buku seperti ini. Sangat menarik dan membuka hati yang mendapat hikmah dari buku ini. Sejak pertama melihat buku ini, saya tidak bisa melepaskannya dari ingatan walau sejenak. akhirnya buku ini bisa saya baca dan alhamdulillah, pesan buku ini insyaallah telah sampai pada saya.

  2. @Salma Ayu F
    Terima kasih Salma n salam selalu dari Penerbit Pustaka IIMaN

  3. tolong donk di pasarkan di pandeglang banten.soalnya saya seneng banget ma anak kecil itu yang udah bisa hafal al quran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: